Senin, 08 Mei 2017

LIBURAN KE BALI

Bali, siapa yang tak tau salah satu provinsi di bagian tengah Indonesia ini. Dengan tempat wisata yang disajikan begitu banyak dan dapat dinikmati diantaranya yakni pantai, tempat hiburan . Pelancong atau turis yang datang pun begitu banyak, baik turis lokal maupun turis dari luar. Wilayah yang disebut dengan pulau dewata ini mempunyai julukan “Every Day is Holiday”, karena memang Pulau Bali ini benar-benar untuk wisata. Dengan keramahan penduduk sekitar, membuat para turis kembali dan kembali lagi ke Pulau Bali. Saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya dan keenam keluarga saya yang terdiri dari kedua orang tua saya beserta kedua sepupu saya dan orang tuanya saat perjalanan menuju bali dan kegiatan di sana.

Tanggal 25 Februari 2017, perjalan kami dimulai, dan untuk pertama kalinya saya pergi ke Bali dengan menggunakan Pesawat, (first flight banget boss) . Keberangkatan kami menuju bandara Soekarno Hatta yakni pukul 3 dini hari, dikarenakan pesawat kami akan berangkat pukul 06:00 pagi dan kami harus check in segala macem terlebih dahulu.

Lama menanti akhirnya pemberitahuan dari bandara bahwa kami akan segera berangkat, bergegas lah kami mengantri di Gate F4 untuk check tiket dan menaruh bagasi. Setelah itu kami diarahkan untuk masuk kedalam pesawat, untuk pertama kalinya saya masuk kedalam pesawat dan dalam hati saya bergumam “oh begini ternyata dalam kabin pesawat” (rada norak :p), yaaah harap maklum baru pertama kali naik hehehe. Tak berselang lama akhirnya pesawat kami terbang dari bandara Soekarno-Hatta Jakarta menuju bandara I Gusti Ngurahrai Bali. Dari dalam pesawat, saya penasaran ingin melihat situasi diluar dari jendela, dikarenakan saya duduk bukan di dekat jendela, jadi saya meminta ayah saya yang duduk disebelah jendela untuk tukar tempat duduk. Takjub saya melihat pemandangan dari atas pesawat, PUTIIIIH semua karena awan yang begitu tebal menutupi pemandangan yang ada dibawah, tapi itu tak berselang lama. Pemandangan lautan akhirnya terlihat, begitu indah hamparan laut serta pantai-pantai yang kami lewati, membuat perjalanan kami semakin berkesan. Sekitar 1 setengah jam perjalanan, akhirnya kami pun sampai di bandara I Gusti Ngurahrai Bali.

Saat sampai disana, kami langsung menuju tempat pengambilan bagasi untuk mengambil tas-tas yang kami taruh didalam kabin pesawat. Setelah selesai mengambil seluruh tas yang kami bawa, kami langsung menuju lobby luar bandara. Diluar kami sudah di tunggu oleh pemandu wisata kami yang bernama Ni Wayan Rina, sambutannya begitu hangat dan ramah, kami langsung diarahkan ke mobil travel yang sudah dipersiapkan, saat kami masuk ke dalam mobil tersebut, kami pun di sambut oleh sang pengemudi yang bernama Bli Gede yang juga menyapa kami dengan begitu ramah.

Hari Pertama

Setelah kami keluar dari wilayah bandara, kami tak langsung menuju hotel karena kami akan langsung menuju Pura Ulun Danu yang terletak di Kabupaten Tabanan Bali, tempat yang tak asing karena sering kita lihat di lembaran uang lima puluh ribu rupiah. Dengan biaya yang terlalu mahal (saya lupa berapa) kita bisa masuk kedalam tempat tersebut. Pemandangannya begitu indah, bagus untuk tempat berfoto-foto ria, disana juga disediakan Fotografer yang siap memfoto serta langsung mencetak hasil foto untuk kenang-kenangan dengan biaya yang terjangkau kita bisa membawa pulang hasil foto tersebut.

Setelah asyik menikmati pemandangan serta berfoto-foto ria ditempat tersebut, kami pun kembali kedalam mobil untuk melanjutkan perjalanan. Kurang dari 1 jam, kami sampai di tempat selanjutnya yakni tempat penjualan baju yang cukup tersohor di wilayah Bali, yakni JOGER. Siapa yang tak tau tentang JOGER? Distro baju dengan sebutan “JOGER Pabrik Kata-kata” yang menjual berbagai macam baju mulai dari kemeja, celana, serta kaos oblong yang mempunyai ciri khas kata-kata yang unik, yang terkadang justru menjatuhkan merek JOGER itu sendiri, tapi yaaa itu lah strategi pemasaran. Tak hanya menjual pakaian, mereka pun menjual berbagai pernak-pernik khas bali, seperti gantungan kunci kata-kata khas Joger, udeng-udeng khas bali, kacamata, dan banyak yang lainnya. Dan seperti biasa, yang namanya ibu-ibu, ibu saya pun akhirnya membeli barang yang tak sedikit tapi tidak terlalu banyak juga, untuk oleh-oleh keluarga yang tak bisa ikut ke Bali.

Selesai dari JOGER, kami ingin melanjutkan perjalanan menuju ke Pantai Tanah Lot, tapi sebelumnnya, kami berhenti sejenak untuk beristirahat dan menikmati durian di pinggir jalan, dengan suasana panas-panas mendung sedikit, kami sangat menikmati durian tersebut.

Setelah itu kami langsung berangkat menuju Pantai Tanah Lot yang memakan waktu perjalanan kurang lebih 1 jam. Tak lama akhirnya kami sampai di Pantai Tanah Lot yang terkenal dengan Pura ditengah laut tersebut. Ramainya wisatawan yang dating, baik wisatawan local maupun international terlihat begitu menikmati suasana yang ada disana. Saya dan sepupu saya mencoba untuk melihat ular suci yang disebut-sebut sebagai penjaga dari pantai tersebut, dan kami juga mencoba air tawar yang ada dibawah pura tengah laut itu, dan benar saja airnya terasa seperti air tawar dan tak ada rasa asin sama sekali. Tapi sangat disayangkan ayah saya tak bisa ikut ke pantainya dikarenakan ayah saya tiba-tiba tidak enak badan jadi hanya menunggu di mobil travel L. Tak lama matahari mulai turun diufuk barat, memperlihatkan pemandangan yang begitu indah dipandang mata, tapi abis itu ditinggal (kasian abis tengelam langsung ditinggal :p). Setelah itu kami kembali untuk menuju tempat makan malam, dengan satu buah jagung pedas panas yang saya beli di perjalanan tadi menuju mobil.

Perjalanan kami diarahkan menuju daerah Badung Bali untuk menikmati makan malam. Sekitar pukul 19:00 waktu setempat, akhirnya kami sampai ditempat tujuan yakni restoran Ayam Betutu Khas Gilimanuk. Kami memesan salah satu hidangan yang cukup terkenal yakni Ayam Betutu. Saya tak menyangka pedasnya tak main-main, keringat bercucuran begitu deras karena pedasnya.

Setelah selesai makan malam, kami langsung berangkat menuju hotel yang terletak di daerah Legian untuk beristirahat, dan bersiap melanjutkan perjalanan esok harinya.

Hari kedua

Dihari kedua ini, kami dijemput Ni Putu Rina untuk melanjutkan wisata kami di sini. Pukul 09:00 WITA kami berangkat menuju Pantai Uluwatu untuk menyebrang menuju tempat penangkaran penyu atau  yang biasa disebut dengan “Pulau Penyu” yang terletak didaerah Tanjung Benoa. Singkat perjalanan kami sampai di tempat tersebut, perahu yang kami tumpangi untuk menyebrang sudah menunggu dipinggir pantai, kami pun segera berangkat ke Tanjung Benoa, sebelum itu kapal kami berhenti sejenak untuk melihat ikan-ikan yang muncul ke permukaan air, dan kami pun memberikan potongan roti yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Setelah sampai di Tanjung Benoa, kami disambut dengan patung penyu yang menjadi ikon tempat tersebut. Dengan tiket masuk yang harganya terjangkau, kami sudah bisa keliling melihat seisi penangkaran, dan untuk pertama kalinya saya melihat seekor penyu raksasa langsung dihadapan saya. Tak hanya penyu, burung, kalong (kalelawar), iguana, landak, ular pun ada di sini, dan tentunya kami tak melewatkan kesempatan untuk berfoto bersama sang penyu raksasa tersebut.

Selesai dari sana, kami kembali lagi untuk menuju destinasi wisata berikutnya. Kurang lebih 1 setengah jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Pantai Pandawa, destinasi wisata pantai yang terbilang baru karena yang saya lihat banyak tebing yang baru digerus untuk dibuat hotel dan penginapan. Sesampainya disana, dengan cuaca yang begitu terik, saya dan om saya bermain beberapa permainan, seperti speedboat dan juga kayak. Disana kami hanya sebentar, dan tak banyak yang bisa dilakukan disana karena cuaca yang terlalu panas.

Berlanjut perjalanan kami menuju sebuah restoran untuk bersantap siang, dan menikmati pemandangan yang begitu indah di daerah yang bernama Kintamani, dengan suasana yang begitu sejuk dan tak terlalu panas, bersantai dengan pemandangan gunung yang begitu luas dengan hamparan padang rumput dibawah kaki gunung tersebut.

Berlanjut pun kami menuju ke sebuah tebing yang diatasnya berdiri kompleks pura yang cukup besar yakni Pura Uluwatu, pura yang terkenal akan banyak monyet disekitar kompleks. Begitu padat nya wisatawan yang datang membuat perjalanan agak sedikit melambat karena semua ingin berfoto-foto. Ada kejadian unik yang saya lihat disana. Salah satu wisatawan kalau tidak salah berasal dari Italia mengalami sebuah insiden, dimana saat dia sedang berfoto menggunakan tongsis yang dia bawa, tiba-tiba salah satu monyet yang ada disekitar tempat dia berfoto mengambil tongsis yang dia bawa, monyet tersebut membawanya cukup jauh hingga dia harus mengejarnya. Tapi hebatnya, monyet tersebut bisa disogok dengan sebuah pisang dan yaaah, akhirnya monyet tersebut mengembalikan tongsis milik turis tersebut.

Selesai kami dari sana, kami melanjutkan perjalanan menuju pantai Jimbaran Bali untuk makan sore disana. Sesampainya kami disana, kami disambut dengan penuh hangat oleh pegawai yang bekerja dan siap melayani disana. Pertama kali saya merasakan makan dipantai, dengan meja dan juga kursi ditaruh dan ditata dengan rapi dibibir pantai, membuat suasana yang begitu romantic terasa (buat yang pasangan). Pesanan kami pun sudah dipersiapkan oleh pemilik, karena sudah termasuk dalam jadwal travel wisata kami. Dipiring kami tersedia berbagai macam seafood seperti udang, kerang, ikan, cumi-cumi bakar dan yang lainnya. Waktu semakin sore, matahari mulai tenggelam, begitu indah pemandangan sunset yang kami lihat, it’s so perfect :D

Selesai dari sana, kami menuju kembali ke hotel untuk segera beristirahat, sesampainya kami dihotel, kami istirahat dan merapikan pakaian yang kami bawa karena esok hari kami akan segera pulang kembali ke Jakarta.

Hari Ketiga

Hari ini adalah hari terakhir kami berada di Pulau Bali. Sebelum berangkat menuju bandara, kami terlebih dahulu pergi ke pantai Kuta Bali karena jarak hotel kami ke pantai tersebut cukup dekat. Sesampainya di pantai Kuta Bali, kami hanya menyempatkan diri untuk sekedar berfoto-foto karena sebenarnya jadwal trip kami ke Kuta Bali itu tidak ada, dan juga mengejar waktu untuk segera sampai ke Bandara. Di perjalanan, ibu saya ingin membeli sebuah cemilan yang cukup terkenal di Bali yakni Pia Legong, dan Pie Susu, cukup banyak juga ibu saya dan tante saya membelinya.

Singkat perjalanan pun kami sampai di bandara I Gusti Ngurahrai Bali. Kami pun berpamitan dengan Ni Putu Rina dan Bli Gede, terimakasih ya Ni Rina dan Bli Gede :D . Dalam waktu yang cukup lama kami menanti pesawat yang kami pesan, ayah serta paman saya mencari cemilan untuk makan. Tak berselang lama saya menanti, saya dan kedua sepupu saya melihat ada seseorang yang tak asing kami lihat. Yaaah, dia adalah seorang Youtuber wanita yakni Kyra Nayda, namun karena mungkin terburu-buru, dan kami tak sengaja melihatnya, sepupu saya sedikit kecewa karena tak berkesempatan untuk minta foto dengannya (yang sabar ya ma :p). Dan lama menanti akhirnya pesawat kami sudah siap berangkat, kami pun bergegas untuk segera masuk ke dalam pesawat. Semua terlihat sudah kelelahan, dan lampu didalam pesawat pun dimatikan agar para penumpang bisa segera istirahat.

Singkatnnya kami sudah sampai di Bandara Soekarno Hatta, kami pun pulang kerumah masing-masing. Perjalanan kami selesai disini, perjalanan yang penuh kesan, seru, dan penuh kesenangan. ^_^ J