Bali, siapa yang tak tau salah
satu provinsi di bagian tengah Indonesia ini. Dengan tempat wisata yang
disajikan begitu banyak dan dapat dinikmati diantaranya yakni pantai, tempat hiburan
. Pelancong atau turis yang datang pun begitu banyak, baik turis lokal maupun
turis dari luar. Wilayah yang disebut dengan pulau dewata ini mempunyai julukan
“Every Day is Holiday”, karena memang Pulau Bali ini benar-benar untuk wisata. Dengan
keramahan penduduk sekitar, membuat para turis kembali dan kembali lagi ke
Pulau Bali. Saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya dan keenam keluarga saya yang terdiri dari kedua orang tua saya beserta kedua sepupu saya dan orang tuanya saat perjalanan
menuju bali dan kegiatan di sana.
Tanggal 25 Februari 2017,
perjalan kami dimulai, dan untuk pertama kalinya saya pergi ke Bali dengan
menggunakan Pesawat, (first flight banget boss) . Keberangkatan kami menuju
bandara Soekarno Hatta yakni pukul 3 dini hari, dikarenakan pesawat kami akan
berangkat pukul 06:00 pagi dan kami harus check in segala macem terlebih
dahulu.
Lama menanti akhirnya
pemberitahuan dari bandara bahwa kami akan segera berangkat, bergegas lah kami
mengantri di Gate F4 untuk check tiket dan menaruh bagasi. Setelah itu kami
diarahkan untuk masuk kedalam pesawat, untuk pertama kalinya saya masuk kedalam
pesawat dan dalam hati saya bergumam “oh begini ternyata dalam kabin pesawat”
(rada norak :p), yaaah harap maklum baru pertama kali naik hehehe. Tak
berselang lama akhirnya pesawat kami terbang dari bandara Soekarno-Hatta
Jakarta menuju bandara I Gusti Ngurahrai Bali. Dari dalam pesawat, saya
penasaran ingin melihat situasi diluar dari jendela, dikarenakan saya duduk
bukan di dekat jendela, jadi saya meminta ayah saya yang duduk disebelah
jendela untuk tukar tempat duduk. Takjub saya melihat pemandangan dari atas
pesawat, PUTIIIIH semua karena awan yang begitu tebal menutupi pemandangan yang
ada dibawah, tapi itu tak berselang lama. Pemandangan lautan akhirnya terlihat,
begitu indah hamparan laut serta pantai-pantai yang kami lewati, membuat
perjalanan kami semakin berkesan. Sekitar 1 setengah jam perjalanan, akhirnya
kami pun sampai di bandara I Gusti Ngurahrai Bali.
Saat sampai disana, kami langsung
menuju tempat pengambilan bagasi untuk mengambil tas-tas yang kami taruh
didalam kabin pesawat. Setelah selesai mengambil seluruh tas yang kami bawa,
kami langsung menuju lobby luar bandara. Diluar kami sudah di tunggu oleh
pemandu wisata kami yang bernama Ni Wayan Rina, sambutannya begitu hangat dan
ramah, kami langsung diarahkan ke mobil travel yang sudah dipersiapkan, saat
kami masuk ke dalam mobil tersebut, kami pun di sambut oleh sang pengemudi yang
bernama Bli Gede yang juga menyapa kami dengan begitu ramah.
Hari Pertama
Setelah kami keluar dari wilayah
bandara, kami tak langsung menuju hotel karena kami akan langsung menuju Pura
Ulun Danu yang terletak di Kabupaten Tabanan Bali, tempat yang tak asing karena
sering kita lihat di lembaran uang lima puluh ribu rupiah. Dengan biaya yang
terlalu mahal (saya lupa berapa) kita bisa masuk kedalam tempat tersebut.
Pemandangannya begitu indah, bagus untuk tempat berfoto-foto ria, disana juga
disediakan Fotografer yang siap memfoto serta langsung mencetak hasil foto
untuk kenang-kenangan dengan biaya yang terjangkau kita bisa membawa pulang
hasil foto tersebut.
Setelah asyik menikmati
pemandangan serta berfoto-foto ria ditempat tersebut, kami pun kembali kedalam
mobil untuk melanjutkan perjalanan. Kurang dari 1 jam, kami sampai di tempat
selanjutnya yakni tempat penjualan baju yang cukup tersohor di wilayah Bali,
yakni JOGER. Siapa yang tak tau tentang JOGER? Distro baju dengan sebutan
“JOGER Pabrik Kata-kata” yang menjual berbagai macam baju mulai dari kemeja,
celana, serta kaos oblong yang mempunyai ciri khas kata-kata yang unik, yang
terkadang justru menjatuhkan merek JOGER itu sendiri, tapi yaaa itu lah
strategi pemasaran. Tak hanya menjual pakaian, mereka pun menjual berbagai
pernak-pernik khas bali, seperti gantungan kunci kata-kata khas Joger,
udeng-udeng khas bali, kacamata, dan banyak yang lainnya. Dan seperti biasa,
yang namanya ibu-ibu, ibu saya pun akhirnya membeli barang yang tak sedikit
tapi tidak terlalu banyak juga, untuk oleh-oleh keluarga yang tak bisa ikut ke Bali.
Selesai dari JOGER, kami ingin
melanjutkan perjalanan menuju ke Pantai Tanah Lot, tapi sebelumnnya, kami
berhenti sejenak untuk beristirahat dan menikmati durian di pinggir jalan,
dengan suasana panas-panas mendung sedikit, kami sangat menikmati durian
tersebut.
Setelah itu kami langsung berangkat menuju Pantai Tanah Lot yang
memakan waktu perjalanan kurang lebih 1 jam. Tak lama akhirnya kami sampai di
Pantai Tanah Lot yang terkenal dengan Pura ditengah laut tersebut. Ramainya
wisatawan yang dating, baik wisatawan local maupun international terlihat
begitu menikmati suasana yang ada disana. Saya dan sepupu saya mencoba untuk
melihat ular suci yang disebut-sebut sebagai penjaga dari pantai tersebut, dan
kami juga mencoba air tawar yang ada dibawah pura tengah laut itu, dan benar
saja airnya terasa seperti air tawar dan tak ada rasa asin sama sekali. Tapi
sangat disayangkan ayah saya tak bisa ikut ke pantainya dikarenakan ayah saya
tiba-tiba tidak enak badan jadi hanya menunggu di mobil travel L. Tak lama matahari
mulai turun diufuk barat, memperlihatkan pemandangan yang begitu indah
dipandang mata, tapi abis itu ditinggal (kasian abis tengelam langsung
ditinggal :p). Setelah itu kami kembali untuk menuju tempat makan malam, dengan
satu buah jagung pedas panas yang saya beli di perjalanan tadi menuju mobil.
Perjalanan kami diarahkan menuju
daerah Badung Bali untuk menikmati makan malam. Sekitar pukul 19:00 waktu
setempat, akhirnya kami sampai ditempat tujuan yakni restoran Ayam Betutu Khas
Gilimanuk. Kami memesan salah satu hidangan yang cukup terkenal yakni Ayam
Betutu. Saya tak menyangka pedasnya tak main-main, keringat bercucuran begitu
deras karena pedasnya.
Setelah selesai makan malam, kami
langsung berangkat menuju hotel yang terletak di daerah Legian untuk
beristirahat, dan bersiap melanjutkan perjalanan esok harinya.
Hari kedua
Dihari kedua ini, kami dijemput
Ni Putu Rina untuk melanjutkan wisata kami di sini. Pukul 09:00 WITA kami
berangkat menuju Pantai Uluwatu untuk menyebrang menuju tempat penangkaran
penyu atau yang biasa disebut dengan “Pulau
Penyu” yang terletak didaerah Tanjung Benoa. Singkat perjalanan kami sampai di tempat
tersebut, perahu yang kami tumpangi untuk menyebrang sudah menunggu dipinggir
pantai, kami pun segera berangkat ke Tanjung Benoa, sebelum itu kapal kami
berhenti sejenak untuk melihat ikan-ikan yang muncul ke permukaan air, dan kami
pun memberikan potongan roti yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Setelah sampai
di Tanjung Benoa, kami disambut dengan patung penyu yang menjadi ikon tempat
tersebut. Dengan tiket masuk yang harganya terjangkau, kami sudah bisa keliling
melihat seisi penangkaran, dan untuk pertama kalinya saya melihat seekor penyu
raksasa langsung dihadapan saya. Tak hanya penyu, burung, kalong (kalelawar),
iguana, landak, ular pun ada di sini, dan tentunya kami tak melewatkan
kesempatan untuk berfoto bersama sang penyu raksasa tersebut.
Selesai dari sana, kami kembali
lagi untuk menuju destinasi wisata berikutnya. Kurang lebih 1 setengah jam
perjalanan, akhirnya kami sampai di Pantai Pandawa, destinasi wisata pantai
yang terbilang baru karena yang saya lihat banyak tebing yang baru digerus
untuk dibuat hotel dan penginapan. Sesampainya disana, dengan cuaca yang begitu
terik, saya dan om saya bermain beberapa permainan, seperti speedboat dan juga
kayak. Disana kami hanya sebentar, dan tak banyak yang bisa dilakukan disana
karena cuaca yang terlalu panas.
Berlanjut perjalanan kami menuju
sebuah restoran untuk bersantap siang, dan menikmati pemandangan yang begitu
indah di daerah yang bernama Kintamani, dengan suasana yang begitu sejuk dan
tak terlalu panas, bersantai dengan pemandangan gunung yang begitu luas dengan
hamparan padang rumput dibawah kaki gunung tersebut.
Berlanjut pun kami menuju ke
sebuah tebing yang diatasnya berdiri kompleks pura yang cukup besar yakni Pura
Uluwatu, pura yang terkenal akan banyak monyet disekitar kompleks. Begitu padat
nya wisatawan yang datang membuat perjalanan agak sedikit melambat karena semua
ingin berfoto-foto. Ada kejadian unik yang saya lihat disana. Salah satu
wisatawan kalau tidak salah berasal dari Italia mengalami sebuah insiden,
dimana saat dia sedang berfoto menggunakan tongsis yang dia bawa, tiba-tiba salah
satu monyet yang ada disekitar tempat dia berfoto mengambil tongsis yang dia
bawa, monyet tersebut membawanya cukup jauh hingga dia harus mengejarnya. Tapi hebatnya,
monyet tersebut bisa disogok dengan sebuah pisang dan yaaah, akhirnya monyet
tersebut mengembalikan tongsis milik turis tersebut.
Selesai kami dari sana, kami
melanjutkan perjalanan menuju pantai Jimbaran Bali untuk makan sore disana. Sesampainya
kami disana, kami disambut dengan penuh hangat oleh pegawai yang bekerja dan
siap melayani disana. Pertama kali saya merasakan makan dipantai, dengan meja
dan juga kursi ditaruh dan ditata dengan rapi dibibir pantai, membuat suasana
yang begitu romantic terasa (buat yang pasangan). Pesanan kami pun sudah
dipersiapkan oleh pemilik, karena sudah termasuk dalam jadwal travel wisata
kami. Dipiring kami tersedia berbagai macam seafood seperti udang, kerang,
ikan, cumi-cumi bakar dan yang lainnya. Waktu semakin sore, matahari mulai
tenggelam, begitu indah pemandangan sunset yang kami lihat, it’s so perfect :D
Selesai dari sana, kami menuju
kembali ke hotel untuk segera beristirahat, sesampainya kami dihotel, kami
istirahat dan merapikan pakaian yang kami bawa karena esok hari kami akan
segera pulang kembali ke Jakarta.
Hari Ketiga
Hari ini adalah hari terakhir
kami berada di Pulau Bali. Sebelum berangkat menuju bandara, kami terlebih
dahulu pergi ke pantai Kuta Bali karena jarak hotel kami ke pantai tersebut
cukup dekat. Sesampainya di pantai Kuta Bali, kami hanya menyempatkan diri
untuk sekedar berfoto-foto karena sebenarnya jadwal trip kami ke Kuta Bali itu tidak
ada, dan juga mengejar waktu untuk segera sampai ke Bandara. Di perjalanan, ibu
saya ingin membeli sebuah cemilan yang cukup terkenal di Bali yakni Pia Legong,
dan Pie Susu, cukup banyak juga ibu saya dan tante saya membelinya.
Singkat perjalanan pun kami
sampai di bandara I Gusti Ngurahrai Bali. Kami pun berpamitan dengan Ni Putu
Rina dan Bli Gede, terimakasih ya Ni Rina dan Bli Gede :D . Dalam waktu yang
cukup lama kami menanti pesawat yang kami pesan, ayah serta paman saya mencari
cemilan untuk makan. Tak berselang lama saya menanti, saya dan kedua sepupu
saya melihat ada seseorang yang tak asing kami lihat. Yaaah, dia adalah seorang
Youtuber wanita yakni Kyra Nayda, namun karena mungkin terburu-buru, dan kami
tak sengaja melihatnya, sepupu saya sedikit kecewa karena tak berkesempatan
untuk minta foto dengannya (yang sabar ya ma :p). Dan lama menanti akhirnya
pesawat kami sudah siap berangkat, kami pun bergegas untuk segera masuk ke
dalam pesawat. Semua terlihat sudah kelelahan, dan lampu didalam pesawat pun
dimatikan agar para penumpang bisa segera istirahat.
Singkatnnya kami sudah sampai di
Bandara Soekarno Hatta, kami pun pulang kerumah masing-masing. Perjalanan kami
selesai disini, perjalanan yang penuh kesan, seru, dan penuh kesenangan. ^_^ J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar